KUPANG kabarntt.id—Masyarakat dihimbau tidak Cuma mewaspadai Covid-19, tetapi juga ancaman demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, trend kenaikan kasus DBD di NTT periode Januari-Februari 2022 sangat signifikan.
Total kasus DBD sampai dengan tanggal 26 Februari 2022 tercatat 1.473 kasus sementara kasus meninggal mencapai 12 kasus. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, total kasus sebanyak 661 kasus sementara kasus meninggal hanya 4 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan NTT, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Erlina Salmun, lewat chat whatshapnya, Senin (28/2/2022), menjelaskan kasus DBD di NTT tahun 2022 mengalami peningkatan yang cukup siginifikan.
Erlina menyebut beberapa kabupaten yang meningkat 94 persen dibandingkan tahun 2021 pada periode yang sama (Januari sampai Februari).
Manggarai Barat, misalnya, dengan kasus sebanyak 244, namun tidak ada kasus kematian. Sementara tahun 2021 kasusnya hanya mencapai 9 kasus dan tidak ada kasus meninggal.
Kabupaten Sikka total kasus mencapai 187 kasus dengan kasus meninggal 1 orang. Sementara tahun 2021 hanya 47 kasus dan tidak ada kasus kematian.
Dikuti Kabupaten Sumba Barat Daya dengan total kasus mencapai 168 dengan kasus meninggal 3 orang. Sedangkan tahun 2021 total kasus hanya 10 dan tidak ada kasus meninggal.
Untuk Lembata, total kasus mencapai 99 kasus dengan kasus meninggal tidak ada, sementara tahun 2021 tidak ada kasus sama sekali.
Di Kabupaten Belu cukup tinggi yakni 82 kasus dengan kasus meninggal 1 orang. Sementara tahun 2021 kasusnya hanya mencapai 15 kasus tanpa kasus meninggal.
Menurut Erlina, kasus DBD mulai meningkat di bulan Oktober sampai Desember 2021 dan puncak pada Januari sampai Maret 2022 mendatang. “Ini merupakan siklus tahunan yang berkaitan dengan musim hujan,” imbuhnya. (np)







