Bupati Flotim Minta Kades Perhatikan Upah Kader Posyandu

flotim stmb adonara

LARANTUKA kabarntt.id– Bupati Flores Timur (Flotim), Antonius Gege Hadjon, meminta para kepala desa memperhatikan upah  para kader posyandu di desa-desa.

Permintaan ini disampaikan Anton Hadjon ketika  mendeklarasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Watololong, Kecamatan Witihama, Flotim, Kamis (10/3/2022).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Desa Watololong merupakan salah satu dari 138 desa di Kabupaten Flotim yang telah mendeklarasikan STBM.

Anton Hadjon mengatakan, deklarasi STB merupakan awal dari komitmen masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat.

“Ini hanya sebagai awal untuk kita terus hidup sehat di desa. Setiap deklarasi STBM, saya harus turun karena STBM itu sangat penting. Masyarakat punya kontribusi besar untuk menciptakan STBM. Hidup sehat itu penting. Tanpa kesehatan orang tidak bisa membangun desa dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk mencapai desa STBM, peran kader posyandu di desa juga sangat besar. Karena itu, semua kepala desa harus memperhatikan upah para kader posyandu.

“Para kader selalu siap membangun desa. Kalau upah mereka hanya Rp 150.000 per bulan, kepala desa harus naikkan sedikit,” pintanya.

Anton mengaku pemerintah sendiri tidak bisa membangun Flotim. Pemerintah membutuhkan dukungan semua masyarakat demi mempercepat pencapaian Flotim yang sejahtera.

“Ketika berbicara stunting maka bicara kesehatan. Melalui program gempur stunting dan program pamsimas yang menyelesaikan program air bersih, desa bisa mendeklarasikan STBM,” jelasnya.

Kepala Desa Watololong, Gaspar Ratu Kian mengatakan, Desa Watololong pernah dua kali menjuarai lomba desa terbersih tingkat kabupaten.

“Ini bukti kalau masyarakat Desa Watololong selalu menerapkan pola hidup bersih hingga saat ini. Dan, hari ini kami berani mendeklarasikan diri sebagai desa STBM dan akan terus dipertahankan,” kata Gaspar.

Ia mengaku program Pamsimas hadir di Desa Watololong pada tahun 2018. Memasuki tahun 2021, Desa Watololong mendapat bantuan sambungan rumah (SR) untuk 120 unit rumah.

“Air adalah kebutuhan mendasar masyarakat dan kini sudah dinikmati. Saya berterima kasih kepada bupati yang selama ini mengucurkan program ke Desa Watololong,” tandasnya.  (*/den)

Pos terkait