Kenaikan Tarif TNK Ditunda, Simak Komentar Waket DPRD NTT, Dr. Inche Sayuna

inche sayuna2
Inche Sayuna

KUPANG kabarntt.id—Pemerintah secara resmi menunda kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat.  Penundaan kenaikan tarif itu diduga merespon penolakan luas dan masif dari beragam elemen, terutama pelaku pariwisata di Manggarai Barat.

Penundaan  pemberlakuan tarif baru yang mencapai Rp 3.750.000/orang ini sudah diumumkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Zet Sony Libing di Kupang, Senin (8/8/2022).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurut rencana tarif baru ini akan mulai diberlakukan 1 Januari 2023 mendatang.

Wakil Ketua DPRD NTT, Dr. Inche Sayuna, memberi apresiasi terkait penundaan penerapan kenaikan tarif yang mencekik itu.

“Saya kira  itu tindakan yang tepat dan sangat kita hargai. Artinya pemerintah punya kemampuan untuk mendengar aspirasi banyak pihak yang mayoritas meminta untuk menunda. Pada titik ini juga pemerintah memang sudah tidak punya pilihan lain selain menunda,” kata Inche kepada kabarntt.id, Selasa (9/8/2022).

Sekretaris DPD Golkar NTT ini berharap  rentang waktu penundaan itu bisa digunakan untuk sosialisasi kepada kalangan terkait.

“Saya berharap waktu penundaan ini dioptimalkan oleh pemerintah daerah untuk melakukan komunikasi dengan berbagai pihak  dalam semua level, sebab usaha pariwisata ini butuh sinergitas yang kuat,” tegas Inche.

Inche mengatakan, komunikasi itu baik dengan pemerintah pusat maupun dengan DPRD NTT.

“Dengan pemerintah pusat  untuk sharing kewenangan yang disepakati lengkap dengan dokumen pendukung.  Komunikasi juga dengan DPRD soal payung hukumnya yang tepat agar tidak dianggap ilegal pungutannya,” kata Inche.

Pos terkait