KUPANG kabarntt.id—Pemerintah Kota Kupang terus gencar menekan angka stunting. Salah satunya adalah diselenggarakannya Rembuk Stunting yang merupakan kolaborasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Dinas Kesehatan Kota Kupang, di Hotel Kristal Kupang, Selasa (27/9/2022).
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., mewakili Penjabat Wali Kota Kupang dan dihadiri oleh para Staf Ahli Wali Kota Kupang, pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP., beserta jajarannya, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, para camat dan lurah se-Kota Kupang, para kepala puskesmas, pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia serta pengurus Ikatan Bidan Indonesia.
Penjabat Wali Kota Kupang dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kota Kupang menyampaikan bahwa Rembuk Stunting merupakan kegiatan aksi dari percepatan penurunan prevalensi stunting yang baik untuk melakukan konfirmasi dan sinkronisasi berbagai program kegiatan dan sub kegiatan yang telah ada dalam dokumen anggaran perangkat daerah, baik itu yang bersifat spesifik maupun sensitif.
Oleh karena itu semua komponen diharapkan fokus pada upaya percepatan penurunan stunting dan target Kota Kupang angka stunting menjadi 10 % di tahun 2023.
Saat ini angka stunting di Kota Kupang berada pada angka 21,5 % pada operasi timbang bulan Agustus 2022. Sementara untuk angka stunting pada bulan Agustus 2021 berada pada 26.1 %.







