Oleh P. Kons Beo, SVD
Minggu, 8 Agustus 2021. Hari yang teramat kelabu. Di Camp Nou, markas Barcelona, kisah itu selalu dikenang. Messi mesti tinggalkan Blaugrana, El Barca, klub yang membesarkannya. Jagat sepakbola terperangah. Bukankah Barcelona dan Messi terbaca bagai harmoni musik paling serasi? Yang telah merajik nada-nada dan irama permainan lapangan hijau penuh pesona?
Messi, di konferensi pers itu, tak sanggup membendung tangisan. 16 tahun, sejak 2005, akrabi aura El Barca bukanlah waktu yang singkat. Siapa pun pelatih bisa saja tercabut dari Camp Nou. Itu pun yang terjadi dengan para pemain lainnya. Silih berganti datang dan pergi. Tampaknya, hal itu sepertinya tak akan berlaku bagi Messi.
Di 778 pertandingan, Messi telah borong 672 gol demi Blaugrana. Tercatat 35 trofi di perbagai level, Messi telah persembahkan. Semuanya demi yang terbaik bagi klub. Namun, semuanya mesti berakhir. Di Minggu, 16 Mei 2021, itulah hari terakhir Messi bersama Barcelona saat harus hadapi Celta Vigo.
Tentu, kehilangan Messi, bikin El Barca pikir serius. Siapakah sosok pemain pengganti? Yang bisa ‘disejajarkan’ dengan fenomena Messi di barisan depan? Setidaknya dua nama telah hadir di Camp Nou. Sepertinya Lewandowski dan Memphis Depay dilayakkan untuk barisan depan itu. Keduanya kini lagi bertarung demi negaranya masing-masing di Piala Dunia Qatar 2022 ini.
Di penyisihan grup, Lewandowski dkk telah dilumat Messi dkk. Dunia sepertinya sepakat, Messi masih dianggap lebih berbahaya ketimbang Lewandowski, penyerang Polandia itu. Dan kini, hadir Depay di Timnas Belanda. Semalam, Memphis Depay dkk sukses menjungkal Amerika Serikat 3 – 1. Memphis, penyerang Barcelona itu, sumbang satu gol. Dan Belanda pun melesat ke fase selanjutnya.





