KUPANG kabarntt.id—Siapa bilang kondisi keuangan Pemda NTT terpuruk? Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) NTT, Zakarias Moruk, menegaskan APBD NTT tahun 2023 dinyatakan surplus Rp 240 miliar.
Anggaran surplus itu artinya pendapatannya tinggi, namun belanjanya harus ditekan. Hal ini dilakukan untuk membayar cicilan bunga pinjaman di PT. MSI senilai Rp 70 miliar dan juga untuk persiapan dana pemilu tahun 2024.
“APBD tahun 2023 ini kita mengajukan APBD surplus. Kenapa kita nyatakan surplus? Kita berpikir bahwa memang kondisi perekonomian kita, baik secara global, nasional maupun daerah kita harus sepaham betul dalam mengatur APBD. Karena APBD tahun 2023 ini DAU sudah diatur dengan dua skema yakni skema green dan spesifik green. Setelah kami hitung hanya untuk gaji ASN dan beberapa belanja yang kita bisa bagikan dan skema spesifik green itu dana yang sudah ditentukan atau yang sudah diarahkan itu untuk pendidikan, kesehatan dan PUPR sekitar Rp 500 miliar,” jelas Zaka Moruk di ruang kerjanya, Senin (30/1/2023).
Zaka mengatakan, dengan kondisi itu ekonomi kita harus ditopang oleh PAD. “PAD kita tahun 2023 ini berharap kita bisa dongkrak untuk menambah pinjaman daerah dan juga keperluan lain,” kata Zaka.
Lebih lanjut Zaka mengatakan, di postur APBD NTT juga ada kebijakan Inpres untuk menyelesaikan ruas jalan provinsi dengan pinjaman dari PT. MSI mencapai Rp 1.003 triliun. Dana pinjaman senilai ini dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan provinsi sebanyak 77 ruas jalan.
“Sampai dengan tahun 2023 ini kita sudah menyelesaikan pembangunan jalan sebanyak 108 ruas jalan, dengan rincian tahun 2020 itu ada 31 ruas jalan dan tahun 2022 itu ada 77 ruas jalan provinsi yang sudah dibangun,” ungkap Zaka.
Zaka mengatakan, tahun 2024 mendatang,Pemda NTT akan membayar bunga dan cicil pokok utang di PT. MSI mencapai Rp 230 miliar lebih. Bunganya sudah dibayar dari tahun 2022 dan 2023 saat ini. (np)







