LARANTUKA KABAR NTT.CO—Cuaca buruk menjadi salah satu penyebab kelangkaan beras di Kabupaten Flores Timur belakangan. Waktu tempuh kapal pengangkut beras dari Makasar ke Larantuka yang biasanya 2 malam bisa jadi lima malam.
Dalam pantauan media ini, Sabtu (18/2/2023), ada satu kapal sedang bongkar muatan beras di Pelabuhan Pelni Larantuka.
San, seorang distributor dan pemilik beras itu mengakui cuaca ekstrim ikut memicu kelangkaan beras di Larantuka.
“Dalam tahun 2023 ini kapal yang kedua, kapal yang pertama masuk masih stabil harganya. Yang kapal kedua ini sudah agak goyang harganya karena di sana harganya berubah. Ini kapal kedua beras yang tiba jenis premium 130 ton dengan harga Rp 12 ribu per kilogram untuk dijual ke pelaku usaha. Beras ini berasal dari Sulawesi, dan penyaluran khusus hanya di Flores Timur,” jelas San.
Ditemui di rumahnya, Kosmas Himalaya, salah satu Direktur PT. Tritunggal perusahaan bongkar muat di Pelabuhan Larantuka, membenarkan salah satu faktor penyebab kelangkaan beras adalah juga banyaknya pintu masuk beras di Larantuka sehingga susah dikendalikan.
San menyebut beberapa pelaku pengadaan beras di Larantuka. Di antarnya Toko Harapan Jaya, Toko Harapan dari Surabaya.
“Mungkin kelangkaan penyebab cuaca karena sepi lalu lintas bongkar muat kapal sejak Desember lalu,” kata San.
Di tempat berbeda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Flores Timur, Siprianus Ritan, mengatakan, saat ini di Kabupaten Flores Timur terdata sebanyak 13 pelaku usaha yang bertindak sebagai distributor atau pemasok beras di Flotim, baik di Pelabuhan Larantuka, Adonara, maupun di Solor. (abh)







