LARANTUKA kabarntt.id—Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, meminta warga Desa Lamabelawa, Kecamatan Witihama dan warga Desa Nayubaya, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur (Flotim) agar tidak membuang suara sia-sia pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Permintaan itu dikemukakan Mekeng ketika menjalani reses di Desa Lamabelawa dan Desa Waton Ulumado, Rabu (1/11/2023).
Mekeng mengatakan, dirinya sudah empat periode duduk sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar.
“Saya sudah empat periode duduk sebagai anggota DPR RI. Kalau tambah satu kali jadi anggota MPR, maka sudah lima kali. Bisa duduk sampai empat kali itu artinya masyarakat masih mempercayakan saya. Anggota DPR itu harus turun ke masyarakat, dengar suara masyarakat, lihat kondisi mereka. Kalau tidak turun bagaimana dia tahu kondisi masyarakat untuk bisa diperjuangkan di pusat?” kata Mekeng.

Mekeng memberi apresiasi yang tinggi kepada warga Lamabelawa yang merelakan waktunya untuk datang menghadiri dan mengikuti acara kunjungan kerjanya.
“Terima kasih kepada bapa maka sekalian yang merelakan waktunya untuk datang di sini hari ini. Terima kasih karena sudah rela meninggalkan kesibukan dan pekerjaan masing-masing. Terima kasih juga karena sudah memberi saya suara pada pemilihan legislatif 2019 lalu sehingga saya masih duduk di DPR RI,” kata Mekeng.
Mekeng mengisahkan bagaimana kondisi infrastruktur jalan di Flores Timur belasan tahun lalu.
“Tadi saya turun di Tobilota dan datang ke sini, jalan-jalannya sudah mulus dan bagus. Saya tidur di mobil karena jalannya baik. Dulu saat saya menjabat Ketua Banggar DPR RI, saya keliling Flores Timur dengan Bupati Simon Hayon. Wah, jalannya rusak parah. Sekarang sudah mulus. Itu karena ada intervensi dari pusat yang saya perjuangkan. Saya taruh banyak uang di sini untuk bangun jalan. Kalau tidak ada intervensi dari pusat susah kita di daerah ini untuk bangun,” tutur Mekeng.
Mekeng menukil ulang perjuangannya ini untuk mengingatkan warga tidak buang suara percuma pada saat pemilu nanti.
“Kita mesti pilih orang yang tepat, dari partai yang tepat sehingga bisa berbuat banyak untuk kita di sini. Dana APBD kita itu 90 persen dari pusat yang masuk melalui DAU dan DAK. Itu juga paling banyak dipakai untuk biaya rutin pemerintahan. Untuk pembangunan kecil sekali. Kita tidak bisa bangun kalau tidak ada intervensi dari pusat. Selama 20 tahun saya di komisi anggaran, saya tahu bagaimana datangkan uang ke daerah. Saya tahu kapan cari, di mana sumbernya, kepada siapa bertemu,” tutur Mekeng.
Adonara jalannya bisa bagus seperti sekarang ini karena saya berjuang untuk dapat dana dari pusat. Perlu ada intervensi dari pusat. “Makanya bapa mama perlu pilih orang yang tepat, juga dari partai yang tepat. Golkar sudah 59 tahun usianya. Pernah memerintah dan membangun republik ini 32 tahun dengan kurang dan lebihnya. Golkar punya pengalaman panjang membangun negeri itu,” kata Mekeng disambut tepuk tangan semua yang hadir.
Mekeng juga mengingatkan warga untuk kritis dan selektif memilih partai. “Mesti pilih partai yang lolos ambang batas 4 persen. Semua partai itu berjuang untuk lolos 4 persen ambang batas bawah. Di DPR RI itu ada 575 kursi, 4 persen itu sama dengan 23 kursi. Jadi kalau partai yang tidak bisa dapat 23 kursi di DPR RI, partai itu tidak ada orangnya di DPR RI. Ini akan susah berjuang untuk kepentingan daerah, karena tidak ada orangnya. Golkar pasti lolos 4 persen. Golkar partai besar, punya pengalaman panjang dari pemilu ke pemilu sejak dulu. Jadi jangan ragu dengan Golkar. Jangan buang suara percuma,” papar Mekeng. (den)







