KUPANG KABARNTT.ID– Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma, yang populer dengan tagline Melki-Johni, telah banyak bergerak dengan lobi-lobi untuk menyiapkan segala sumber daya yang bisa menopang kepemimpinan lima tahun ke depan.
Lobi-lobi dengan berbagai kalangan ini menunjukkan spiritualitas politik duet Melki-Johni yang tanpa sekat dan batas. Kedunya mau merangkul semua pihak untuk bersama membangun NTT dalam spirit Ayo Bangun NTT.
Kepada mediantt ini, Senin (17/2/2025), analis politik dari FISIP Unwira Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona, mengatakan, pertemuan secara masif Gubernur Melki dengan banyak menteri, pimpinan lembaga, para elit negeri ini di Jakarta, juga bersama Wagub Johni bertemu elit Gerindra di HUT partai pemenang Pilpres ini di Hambalang, juga pertemuan sebelumnya dengan tokoh-tokoh NTT di Jakarta, harus dibaca sebagai manifestasi dari filsafat politik Gubernur Melki; yaitu politik kerendahan hati, politik merangkul dan memeluk siapa saja, juga politik mengajak semua pihak untuk bersama-sama bergotong royong membangun NTT.
“Artinya, sebuah filsafat politik yang dikonkritkan dalam spirit Ayo Bangun NTT. Jadi, pertama saya membacanya seperti itu. Bahwa gerak cepat Gubernur Melki adalah manifestasi dari filsafat politik yang ia hayati. Yaitu politik kerendahan hati untuk bertemu dan berbicara dengan siapa saja demi membantu percepatan pembangunan di NTT. Gerak cepat ini didorong oleh semangat dan totalitas untuk mengabdikan diri bersama Wagub Johni untuk NTT yang lebih maju. Ini juga sebuah ungkapan spiritualitas politik mereka berdua yang tanpa sekat. Tanpa membeda-bedakan. Atau wujud politik yang spiritnya mengajak semua pihak untuk terlibat. Sebuah model politik solidaritas total tanpa batas demi mewujudkan NTT yang lebih baik,” terang pengasuh mata kuliah Komunikasi Politik dan Teori-teori Kritis ini.







