Renungan Harian Rabu, 19 Februari: “Sudahkah Kau Lihat Sesuatu?” (Markus 8: 22 – 26)

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Kawan ku….
Ada yang mesti dijamah ke dalam diri kita. Itu supaya kita sanggup ‘melihat dan merasakan’ dengan selayaknya. Iya, agar kita memahami semuanya dengan baik.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kawan ku…
Memang ada banyak hal dan siapapun yang dapat kita lihat. Namun, bisa terjadi bahwa ada sekian banyak hal dan orang-orang tertentu yang kita lihat sebatas bayang-bayang. Artinya? Kita melihat hanya dalam pikiran kita, dalam koridor tafsiran kita, dalam mau-maunya kita. Tidak sepertinya adanya dia atau mereka yang seharusnya.

Kawan ku…
Di kisah itu, si buta itu masih melihat sesama sebatas bayang-bayang. Kepada Yesus, ia tulus ungkapkan, “Kulihat mereka berjalan-jalan, tetapi nampaknya seperti pohon-pohon yang berjalan” (Mrk 8:24). Dan Yesus pun meletakkan tanganNya lagi atasnya.

Dan di muaranya, kawan ku..
“Orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas” (Mrk 8: 25).

Kawan ku….
Aku masih kurang dapat melihat sesama dan apapun dengan jelas. Aku tetap butuhkan jamahan dan hembusan rahmat Tuhan. Aku sebenarnya butuh doamu dan kata-kata peneguhanmu pula. Semuanya agar aku dapat ‘melihat segala sesuatu dengan jelas.’

Dan kawan ku…
Kau bahkan ingatkan ku, “Teman, yang dibutuhlan pula dari dirimu adalah keterbukaan dan kerendahan hati untuk mengalami kehadiran Tuhan dan kesediaanmu tulus untuk mendengar kata-kata sesamamu….

Kawan ku….
Sekiranya semuanya ini telah kau miliki, yakinlah ‘kau bakal melihat dan mengasihi sesamamu seperti kau melihat dan mengasihi dirimu sendiri. Mereka bukanlah sekadar ‘bayang-bayang berlalu.’ Iya, sebatas ‘pohon-pohon yang berjalan.’ Bukan! Tetapi, semuanya adalah saudara-saudari kita sendiri. Dalam Kasih Persaudaraan yang ikhlas.

Pos terkait