Renungan Harian Jumat, 25 April 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Kisah Para Rasul 4: 1 – 12
Mazmur Tanggapan Mzm 118:1-2.4.22-24-25-27a
Ref: “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru”
Injil Yohanes 21:1 – 14

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Ketika tiba di darat, mereka lihat ada api arang, dan di atasnya ada ikan dan roti”
Yoh 21:9
(Ut ergo descenderunt in terram, viderunt prunas positas, et piscem superpositum, et panem).

Kawan ku…
Sepertinya tamatlah sudah ‘gerak berada dan ikuti Yesus.’ Dia telah mati disalibkan. Semuanya telah berakhir….

Karena itulah Petrus dan kawan-kawannya mesti kembali ke alur hidup semula. “Aku pergi menangkap ikan,” kata Petrus (Yoh 21:3). Dan kawan-kawannya pun sontak menyusulnya.

Tetapi kawan ku…
Sekembalinya ke darat dengan sejumlah besar ikan, Petrus dan kawan-kawannya telah dapati satu perapian arang dengan ikan dan roti di atasnya..

Kawan ku….
Satu perenungan menyentil: Api arang itu ingatkan Petrus akan kisah penyangkalannya akan Yesus. Saat ia berdiang di dekat perapian karena hawa dingin (cf Yoh 18:18). Dan bahwa roti dan ikan ingatkan Petrus akan kisah Perjamuan Akhir bersama Tuhan. Di Perjamuan itu, tidak kah Yesus berkata kepada Petrus, “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali” (Yoh 13:38)?

Kawan ku …..
Bagaimana pun di tepi pantai itu ada ‘api arang.’ Api arang harapan baru. Petrus tak usah kembali lagi menjadi seorang penjala ikan! Perapian lama penyangkalan telah diganti dengan api arang baru dalam kehadiran Yesus sendiri.

Kawan ku….
Paskah isyaratkan kisah baru jalan hidup kita, hidup Gereja, yang ‘dihangati dan dicahayai oleh kehadiran Yesus.’

Pos terkait