Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 14: 5 – 18
Mazmur Tanggapan Mzm 115: 1-2.3-4.15-16
Ref: “Bukan kepada kami, ya Tuhan, tetapi kepada NamaMulah beri kemuliaan”
Injil Yohanes 14:21-26
“Dewa-dewa telah turun di tengah-tengah kita dalam rupa manusia…”
Kis 14: 11
(Quia dii similes facti hominibus descenderunt ad nos)
Kawan ku…
Syukurlah! Paulus dan Barnabas ‘tak makan puji sembarang.’ Modal untuk jadi pribadi tenar dan ‘dicari-cari untuk dipuja-puji sudah ada di tangan.’ Ini semua gara-gara kisah di Listra. Seorang yang lemah kakinya akhirnya dapat berjalan-jalan karena ‘kata-kata Paulus.’
Kawan ku….
Jelaslah di mata orang-orang Listra, nama Paulus dan Barnabas mulai melejit popular. Mereka ditakhtakan di level dewa. Barnabas disebut dengan Zeus, Paulus mereka sebut Hermes. Dan segala sembah sujud dan puja puji segera terarah pada mereka berdua.
Kawan ku…
Tak ada jalan lain bagi Paulus dan Barnabas untuk kembali ke jatidiri yang sebenarnya. “Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu” (Kis 14:15). Dan bahwa kehadiran mereka hanya untuk memberitakan Injil. Dan agar para pendengar segera berbalik kepada Allah yang benar.
Kawan ku…
Kita berdua harus akui dengan jujur. Betapa sering kita terperangkap dalam popularisme diri. Kita cenderung untuk tempatkan diri sebagai pusat perhatian. Sebab kita berusaha membawa khalayak, sesama kepada ketenaran diri. Iya, kita benar-benar haus akan sanjungan, akan pujian dan akan pengakuan buat diri kita. Kita terlalu banyak “MPO yang sudah kelewatan. Tanpa kita sadari lagi.







