Bacaan I Kejadian 15: 1-12.17-18
Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9
Ref: “Selamanya Tuhan ingat akan perjanjianNYA”
Injil Matius 7: 15 – 20
“…tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”
Mat 7: 15
(…intrinsecus autem sunt lupi rapaces)
Kawan ku…
Betapa tak menyenangkanlah sekiranya dari dalam diri kita selalu muncul sikap hati penuh curiga. Tebal prasangka ‘yang bukan-bukan.’
Kawan ku…
Tidak kah kepada kita diajarkan untuk selalu berpikir positif tentang sesama? Bahwa berpikir positif itu baik dan menyehatkan serta teduhkan batin?
Tetapi, Kawan ku….
Betapa ternyata kita jadi kecewa dan hilang harapan. Yang kita anggap ‘baik, murah hati, tenang dan sopan, ternyata darinya lahirlah prahara.’ Dia miliki agenda terselubung penuh risiko dan berbahaya.
Kawan ku…
Kita akhirnya baru pahami, menerima dan mengakui satu kebenaran setelah kita alami sendiri rupa-rupa kebohongan. Kita sadari bahwa ‘selama ini di muka kita hanyalah sebentuk topeng penuh samar, setelah kita akhirnya benar-benar tiba dan jumpai keasliannya.’
Kawan ku…
Terkadang memang ada godaan untuk biarkan saja diri ini sekalian jadi orang jahat, ketimbang ‘pura-pura menyamar sebagai orang baik.’ Biarlah sekalian terlihat kenyataannya memang serigala ketimbang tutupi semuanya dengan berbuluh domba.’
Kawan ku…
Tentu, Tuhan Yesus tidak hanya ingin agar kita berwaspada akan siapapun yang penuh gelagat bagai “nabi-nabi palsu yang tampil menyamar seperti domba, namun nyatanya buas bagai serigala” (cf Luk 7:15).
Tetapi Yesus juga ingatkan kita akan gelagat hidup kita yang penuh samar, banyak sandiwara, penuh jebakan yang mengakali dan memperdayai:
-lain di bibir, lain di hati
-mulut manis hati bagai serigala
-melekat penuh sayang namun sebenarnya untuk mengisap bagai lintah.







