Seminari San Domingo Hokeng -Ad Orientem (Mengenang Almamater di Usianya yang ke-75 Tahun)

IMG 20250815 WA00061

Oleh Silvester Witin

Tahun ini 2025-khususnya bertepatan dengan Perayaan Santa Maria diangkat ke Surga 15 Agustus 2025, Seminari San Dominggo Hokeng merayakan 75 Tahun (momentum Berlian). 75 Tahun, suatu kurun waktu yang tidak singkat dan merupakan saat berahmat “Kairos” yang mesti direfleksikan sebagai Tahun rahmat dalam suka-dan duka di tengah penziarahan ini.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Perayaan berlian yang didahului dengan sebuah situasi sedih yang menimpah taman pendidikan yang adalah rumah rahim kehidupan bagi para seminarista. Erupsi Gunung Lewotobi laki-laki yang pada akhirnya membawa dampak yang berkepanjangan hingga saat ini. Rumah rahim kehidupan yang adalah sebuah taman kegembiraan bagi putra-putra Santu Dominikus kini berubah menjadi sebuah rumah diam yang tak berpenghasilan.

Rumah rahim yang dulunya megah berdiri di bawah hamparan kebun kopi dan kebun kelapa yang amat luas dan subur bagai lembah kidron yang berlimpah susu dan madu. Kini tinggalah puing puing dan atap yang hancur lebur dihantam batu-kerikil dan debu vulkanik muntahan gunung Lewotobi bercabang dua. Badai erupsi gunung Lewotobi ini toh tidak membuat Rumah rahim kehidupan ini tenggelam dan surut dalam kehidupan ini. Namun dengan semangat yang masih membara, mereka toh tetap bangkit berdiri untuk mencari lingkungan baru yang aman dan nyaman buat formasi pembinaan dan pembentukan para seminaris menuju imam Tuhan kelak.

Kini, Rumah rahim kehidupan dari Sesado Hokeng menuju Sesado Rumah Bina Saron. Beda tempat namun satu tujuan-satu Formatio. Dalam perjalanan waktu yang Kairos ini, Sesado bersama para seminaris/formandii dan para Formator dan semua yang berkepentingan dan punya andil dalam membantu para seminaris meski tunduk sejenak sembari refleksi bahwa sesungguhnya Tuhan masih tinggal bersama dan selalu hadir dalam lembaga pendidikan Seminari San Dominggo-Hokeng ini, hic et nunc. Tempora mutantur et mutamur in illis, waktu berubah dan manusianya turut berubah di dalamnya.

Pos terkait