Seminari San Domingo Hokeng -Ad Orientem (Mengenang Almamater di Usianya yang ke-75 Tahun)

IMG 20250815 WA00061

Namun adagium klasik ini malah membuat para seminaris memandang waktu dan perubahan zaman sebagai waktu yang Kairos-perubahan zaman hendaknya selalu menjadikan para seminaris semakin matang dalam setiap dimensi kehidupannya.

Para seminaris sesungguhnya harus menyadari bahwa perubahan zaman sesungguhnya harus dibarengi dengan sikap selektif dan bijaksana (sapientia).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kini, di usia berlianya ini, Rumah rahim.kehidupan Sesado Hokeng-Rumah bina Saron sekarang, seharusnya memetik dan memanen buah-buah perjalanan ziarah panjang selama ini, yaitu pertama, Sesado harus menanamkan Attitude (Humanis), daya naluri yang baik, religius, ugahari, pelayanan serta sehat lahir batin. Kedua, Sesado Hokeng harus diterima oleh masyarakat, bisa berdialog dengan aneka komunitas, terlibat dengan sekitarnya, karya-karyanya harus bisa dinikmati oleh khalayak ramai.

Mendidik Seminaris Selaras Zaman, tidak berarti bahwa kita mengubah wajah seminaris dengan pola dan gaya pendekatan sesuai zaman tetapi lebih dari itu sesungguhnya para formator mesti mencari format dan gaya baru yang relevan dan kontekstual untuk mendidik dan membentuk para seminaris.

Untuk itu maka Seminari perlu mencari wajah baru dengan tetap berpedoman pada wajah Agung Ktistus Sang Guru Kebijaksanaan yang wajah-nya tetap dari dulu, sekarang dan yang akan datang. Dia tetap yang sama-Kristus Yesus.

Kita percaya bahwa Kristus juga membawa kita menuju Ad Orientem-wajah baru menuju kehidupan baru. Kristus tentunya hadir dalam diri-wajah para Formator. Para formator perlu menunjukan keselamatan hidup. Sehingga ketika para formator tampil di hadapan para seminaris, yang digugu dan ditiru adalah kesalehn hidup dan keteladanan yang ditunjukkan.

Pos terkait