Antrean BBM Tak Pernah Usai, Warga TTU Desak Motor Tap Ditertibkan

IMG 20251112 163134

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, tak kunjung reda. Warga mendesak pemerintah dan Pertamina segera menertibkan praktik motor tap dan pengisian jerigen yang dinilai memperparah kelangkaan BBM di wilayah itu.

Krisis BBM, khususnya jenis Pertalite, sudah berlangsung lebih dari sebulan. Pengurangan jatah pasokan dari Depo Atapupu membuat stok di SPBU cepat habis, sementara praktik pengisian dengan motor tap memperpanjang antrean dan mengurangi kesempatan warga mendapatkan BBM.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Seharusnya tidak terjadi kelangkaan BBM, tapi pelayanan pengisian di jerigen dan motor-motor tap yang membuat antrean makin panjang,” kata Mikhael, warga Kefamenanu, Rabu (12/11/2024).

Warga lainnya, Milikhior Nino, mengaku kesulitan memperoleh BBM meski sudah mengantre lama.

“Sekarang susah sekali dapat BBM. Kadang sudah antre lama, tapi kehabisan sebelum giliran,” ujarnya.

Kondisi ini juga berdampak pada pelaku usaha kecil. Biaya operasional meningkat karena distribusi barang tertunda dan ongkos transportasi naik.

Sejumlah SPBU di Kefamenanu mengaku pasokan dari depo utama berkurang drastis. SPBU 03 di Jalan Eltari, misalnya, hanya menerima separuh dari permintaan Pertalite setiap kali pengiriman, sementara pasokan Pertamax justru meningkat.

Screenshot 2025 11 12 16 33 26 05
Mery Selan, Admin SPBU 54.856.03 Kefamenanu

“Penurunan kuota BBM memang terjadi karena pasokan dari Depo Atapupu menurun. Biasanya kami pesan 24 kiloliter, tapi yang datang hanya 16 kiloliter. Tangki pendam kami untuk Pertalite berkapasitas 30 kiloliter,” ujar Mery Selan, admin SPBU 54.856.03 Kefamenanu kepada awak media belum lama ini.

Pos terkait