KEFAMENANU KABARNTT.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu memastikan pasien yang sempat dirawat di ruang isolasi karena dugaan rabies tidak terjangkit penyakit tersebut. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan pasien mengalami hipokalemia, sementara masyarakat diimbau tetap waspada karena wilayah Timor Tengah Utara belum bebas rabies.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kefamenanu, Adrianus Antonius Berkanis Abi, menjelaskan pasien awalnya datang dengan keluhan demam dan sakit kepala sehingga perlu dilakukan observasi lebih lanjut.
“Dari hasil pemeriksaan medis, pasien mengalami hipokalemia atau kadar kalium rendah. Penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur oleh dokter yang menangani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah isolasi dilakukan sebagai tindakan antisipatif karena sebelumnya terdapat kecurigaan ke arah rabies. Hal itu setelah diketahui pasien sempat mengonsumsi daging RW (anjing) dalam sebuah acara keluarga beberapa hari sebelum dirawat.
Namun setelah pemeriksaan lanjutan tidak menunjukkan indikasi rabies, pasien direncanakan dipindahkan ke ruang perawatan umum dan dapat dirawat bersama pasien lain.
Dalam kesempatan tersebut, pihak rumah sakit juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat TTU agar sementara waktu menghindari konsumsi daging RW, mengingat wilayah tersebut masih memiliki risiko kasus rabies.
“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari konsumsi RW. Kita belum bebas rabies sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan warga agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gigitan anjing untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) sesegera mungkin.







