Kunker Gubernur VBL, Perjalanan Meniup Spirit untuk Bangkit

Gubernur di Reok Manggarai

Menurut VBL, jika masyarakat yang ada di desa atau daerah persawahan tidak bekerja, maka hanya menunggu waktu untuk orang-orang yang ada di kota untuk tidak berdaya.

Ngada wae kelambu
Di Wae Kelambu,  Riung, Ngada, Gubernur VBL melihat budi daya ikan kerapu

“Orang desa tidak kerja, yaa…orang kota tinggal tunggu waktu untuk mati,” kata VBL dan menambahkan, “Orang desa bekerja seperti budak tetapi makan seperti raja.”

Di Ende, VBL menantang warga Ende untuk menghadapi badai. Badai kedatangan wisatawan pasca pandemi Covid-19. Menghadapi kedatangan wisatawan itu, Pemerintah Kabupaten Ende mesti mengelola potensi wisata dan mendesain festival secara baik, termasuk membuat narasi yang memikat wisatawan.

VBL bilang, Kabupaten Ende memiliki banyak potensi wisata yang bagus, baik wisata alam maupun sejarah. Namun semua potensi itu belum dikelola dan dinarasikan secara baik.

Saat ini dunia tengah repot mengurus pandemi Covid-19 yang salah satu dampaknya masyarakat tidak bisa keluar rumah atau wilayah, termasuk wisatawan.  “Tahun 2020 dunia stres, manusia terkurung, mau ketemu orang takut,  tahun 2021 berani sedikit sambil lihat-lihat new normal. Katanya 2022 penyakit itu mulai pelan-pelan hilang, tahun 2023 orang-orang bebas ke mana pun. Pertanyaannya, kita NTT ada di mana?” tanya VBL dalam sambutannya di Pantai Ria, Ende, Minggu (28/6/2020).

Di mana kita NTT ketika itu?  Kandungan maknanya jauh dan luas. Kita ada di mana? Ada dengan cara apa?

Pos terkait