Revolusi Pertanian Malaka, Conditio Per Quam Ala SBS

pertanian malaka1

Mendukung RPM, SBS merekrut sejumlah ahli pertanian dari perguruan tinggi. Tugas mereka adalah meneliti, memeriksa dan memberi jalan keluar bagaimana bertani secara benar sehingga memberi  banyak hasil.

Selain menggunakan para ahli pertanian, Pemerintah Kabupaten Malaka juga mendatangkan traktor besar dan kecil untuk mengolah lahan para petani. Yang luar biasa adalah alat pertanian ini menggarap lahan warga tanpa bayar alias gratis. Pemerintah mana yang dermawan seperti ini? Mencari popularitas? Ah, tanyakan kepada para petani saja. Biar mereka yang menjawab, apakah mereka terbantu atau tidak dengan kehadiran traktor itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sudah begitu banyak lahan petani dibalik, dibongkar oleh traktor.  Hingga akhir November 2020 lalu, menurut data dari  Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Malaka, luas lahan petani yang ada di 12 kecamatan yang telah dipacul gratis mencapai 2.015,22 hektar.

Dalam hajatan Pilkada 2020, SBS yang  maju berpasangan dengan Wendelinus Taolin sangat sadar semua program yang lahir dari rahim pemikirannya disambut suara sumbang dan minor. Suara sumbang dan minor itu, tentu asja datang dari lawan politik yang tidak mau kalah.

SBS bergeming dengan suara-suara minor itu. Rugi membuang banyak energi hanya untuk merespon lawan yang kelimpungan membendungnya memenangi Pilkada Malaka. Dia jalan terus. Tetap fokus di setiap langkah. “Rakyat Malaka sudah tahu siapa yang sudah bekerja dan siapa yang baru mau kerja. Mereka sudah rasakan sendiri apa yang sudah dikerjakan pemerintah,” kata SBS.

Pos terkait