Jalur Satar Teu-Benteng Jawa, Dampek-Benteng Jawa, tepatnya di Wae Paci, Desa Golo Mangung, juga dilaporkan putus akibat longsor. Demikian juga jalur masuk dari arah Reo yang sempat terputus akibat longsor di Golo Nggorong.
Akibat banjir rumah warga, kantor dan rumah dinas camat, puskeskas dan Pos Polisi Lamba Leda Utara terendam banjir selama beberapa jam.
Dilaporkan juga bahwa sejumlah beras dan padi kering milik warga terendam banjir bersama dengan rumah dan harta benda lainnya.
Pada hari Senin (11/3/2024), dilaporkan juga bahwa warga Dampek yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke Aula Serba Guna Gereja dan Gereja Dampek untuk sementara waktu sampai air surut dan mereka bisa kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan.
Dari Kecamatan Sambi Rampas dilaporkan juga terjadi banjir yang menyebabkan genangan pada rumah warga dan terendamnya tanaman padi dan jagung masyarakat dan menimbulkan kerugian cukup besar.
Berdasarkan informasi yang didapat dari Camat Sambi Rampas, Robertus Nardin, di Desa Nampar Sepang ratusan hektar sawah terendam luapan air dari salah satu bagian selokan primer dan selokan tersier Wae Tiwu Roang yang patah.
Di Desa Nanga Mbaur puluhan hektar sawah dan kebun jagung juga diinformasikan rusak dan hancur karena luapan air kali.
Hal yang sama juga terjadi di Desa Nanga Mbaling yang terendam banjir dari luapan dua sungai kecil di sekitar sawah logo yang baru ditanami.
Selain kerusakan lahan pertanian, masalah lain yang dihadapi akibat banjir adalah sumber air bersih yang juga mengalami kerusakan dan tidak berfungsi sebagaimana seharusnya.







