Dikatakan Ferdinandus, satu paket panel solar terdiri dari dua unit modul surya 100Wp, dua unit aki kering VRLA 12v 100Ah, satu unit inventer liminous eco Volt 1500VA, satu unit solar charge controller 20A, bracket penyangga panel dan satu set kotak bateri, satu set kabel 30 meter dan lampu 12 watt sebanyak sepuluh unit.
“Pengadaan barang ini seluruhnya kita pesan langsung di perusahaan panel solar di Surabaya,” beber Ferdinandus.
Ferdinandus menjelaskan, selain bantuan dari Jerman, ada juga kontribusi lokal dari keluarga atau komunitas yang mendapat bantuan ini sebesar Rp. 3.000.000, yang diperlukan untuk biaya transportasi, pengiriman barang-barang (panel solar, Red) dari Surabaya hingga Wukir. Juga dipakai untuk mendatangkan teknisi khusus dari Surabaya untuk pemasangan dan pelatihan tenaga lokal.
Sebanyak 30 unit panel solar itu sudah tiba di Wukir Jumat pekan lalu. Peralatan listrik tenaga matahari itu diterima dengan ritual adat setempat, lalu diberkati Pastor Paroki Wukir, Rm. Stanislaus Kamput, Pr di Pastoran Wukir.
Setelah itu panel surya itu dipasang teknisi ke 30 perumahan/komunitas yang menjadi sasaran.
Melkior Jalang, salah seorang penerima bantuan ini, mengaku senang luar biasa.
“Sekarang baru kami merasakan sungguh-sungguh apa artinya dari gelap terbitlah terang. Terima kasih kepada donatur dan semua pihak yang terlibat mendatangkan bantuan ini. Kami hanya mengucapkan terima kasih, dan sisanya Tuhan yang akan membalasnya,” kata Jalang. (adi)







