Bupati Alor: “Saya Berhenti dari Jabatan Jika Ada Yang Mati Karena Corona di Expo Alor”

Alor Bupati Alor

Menurut Djobo, kita harus bersahabat dengan covid sambil melakukan kegiatan-kegiatan, aktivitas-aktivitas umum, di mana pun kita berada dan berkarya.

“Sokolah dibuka, puskesmas, rumah sakit, rumah ibadah, pasar dibuka, toko dibuka. Aktivitas sosial ekonomi akan tetap berjalan, tetapi tentu protokol kesehatan di era covid harus menjadi acuan utama. Kalau kita semua kalah, kita semua bertekuk lutut di bawah kaki covid ini, maka Indonesia, Nusa Tenggara Timur dan Alor tidak akan mungkin bisa berubah, dan tidak akan mungkin berkembang. Untuk itulah, bersahabat dengan covid dalam pemahaman bahwa kita waspada, dan kita bekerja, bukan menjadi suatu ketakutan utama bagi masyarakat,” tandas Djobo.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Oleh karena itu, kata Djobo, keberanian Pemkab Alor harus melakukan Expo Alor XIV ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk bisa menumbuhkembangkan ekonomi, dan juga kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat di daerah ini.

“Kita tidak boleh takut yang namanya Covid-19. Mari kita melawan dengan kerja nyata. Saya bertanggung jawab penuh untuk kegiatan ini,” tegasnya.

Apapun terjadi, sambung mantan Camat Alor Timur ini, dia bertanggung jawab penuh. Djobo mengaku ketika rapat terakhir bersama Forkompimda Kabupaten Alor, dia sudah menyampaikan kepada Kapolres, Dandim dan Kasat PolPP harus tegas kepada mereka yang mengunjungi arena Expo Alor.

“Expo Alor terbuka untuk semua orang, tetapi datang dengan mematuhi protokol kesehatan. Jangan coba-coba mulai mempolitisir arena ini (arena Expo Alor), menjadi arena covid. Saya orang pertama yang paling menentang hal-hal seperti itu. Dan saya berani. Saya digantung sekalipun, Expo ini akan jalan,” tegas Djobo.

Pos terkait