Djobo mengatakan, Expo Alor mengandung tiga hal utama. “Sebagai arena atau wadah pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat. Arena untuk penguatan sosial budaya, dan arena untuk memberikan disiplin kepada masyarakat di daerah ini, bahwa jika datang ke tempat-tempat ramai seperti Expo Alor ini, maka wajib disiplin protokol kesehatan,” kata Djobo lantang.
Alor, demikian Djobo, sudah punya pengalaman saat melaksanakan MTQ Tingkat Kabupaten Alor, kemudian Festival Dugong di Pantai Wisata Mali dan Festival Alquran Tua di Desa Wisata Alor Besar yang dihadiri ribuan orang tetapi tidak ada yang terpapar virus corona. Hal itu karena semua pihak mematuhi protokol kesehatan.
“Maka kita harus bangkit dan menyatakan jati diri kita, kepedulian kita, bahwa kita adalah daerah yang memang benar-benar mewujudnyatakan protokol kesehatan dalam semua aktivitas. Expo Alor harus jalan karena ekonomi harus tumbuh, aktivitas parwisata juga harus berjalan, aspek budaya juga harus tetap dikembangkan,” ujar Djobo sembari meminta masyarakat menjaga kepercayaan Gubernur NTT yang mendukung pelaksanaan Expo Alor dan Alor Karnaval.
Bupati Alor dua periode ini pun menekankan bahwa Alor butuh pemimpin yang berani mengambil keputusan meski menghadapi risiko untuk kepentingan masyarakat. Dia bahkan mengatakan bahwa saat memilih (Pilkada) berikut, maka masyarakat harus memilih pemimpin yang berani.
“Di tengah-tengah amukan badai topan, puting beliung sekalipun, pemimpin itu tetap berani melakukan kegiatan-kegiatan perubahan di daerah ini. Tidak boleh pilih pemimpin yang takut. Saya tidak akan takut, demi kepentingan masyarakat di daerah ini. Saya yakin, selama satu minggu kegiatan Expo Alor ini tidak ada satu orangpun kena covid. Kalau ada satu dua orang yang kena corona karena Expo Alor dan mati maka saya berhenti dari jabatan. Catat baik-baik ini dan menyuarakannya kepada semua orang di luar daerah ini, bahwa Bupati Alor siap diberhentikan kalau di ajang Expo Alor ini ada yang kena corona dan mati. Saya akan bertanggung jawab penuh. Karena Expo Alor membangkitkan spirit, semangat, motivasi untuk bagaimana kita mengemas ekonomi lokal yang berkelanjutan, menjadi titik tumpuh dan posisi tawar daerah ini,” tegas ayah satu putri ini. (lik)







