KALABAHI kabarntt.id—Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta agar pariwisata di NTT dibangun dengan konsep CBT (Community Based Tourism). Dcngan konsep ini pariwisata bisa menjadi inklusif dan bisa dinikmati semua orang.
Permintaan ini disampaikan Gubernur VBL ketika meresmikan Cottage Buk Bang Dop Victory dan Resto Tominuku Wolwal, Alor, Jumat (30/7/2020). Cottage di pesisir pantai tempat diving terkenal di Alor ini dibangun Pemerintah Provinsi NTT dan diserahkan pengelolaannya kepada Bumdes Desa Wolwal.
Dalam sambutannya, Gubernur VBL menyatakan terima kasih cottage di Wolwal selesai dibangun. “Ini bukti bagaimana kita mewujudkan salah satu mata rantai dari pariwisata,” kata Gubernur VBL.
Gubernur VBL kemudian menjelaskan empat rantai pariwisata. Pertama, akomodasi. Cottage yang dibangun, kata Gubernur VBL, adalah rantai pertama.
Rantai kedua adalah aksesibilitas. Termasuk rantai ini adalah jalan, transportasi baik laut maupun udara.
Rantai ketiga awareness. Artinya seperti apa kesadaran dan pemahaman masyarakat untuk menerima tamu. “Karena itu pendampingan terus menerus harus dilakukan. Bukan kita sudah bangun sarana lalu selesai. Tidak, harus didampingi dan dilantih bagaimana masyarakat tidak buang sampah sembarangan, bagaimana mereka dilatih untuk terima tamu, dilatih membersihkan kamar, dilatih untuk memasak makanan di restoran yang bisa memenuhi standar untuk tamu. Ini perlu pendampingan hingga masyarakat paham dan tahu,” jelas Gubernur VBL.







