Resmikan Cottage di Alor, Gubernur NTT Minta Bangun Pariwisata Berbasis Masyarakat

alor cottage buk bang victory1

Rantai keempat, jelas Gubernur VBL, adalah amenities. Ini menyangkut perlengkapan, tukang masak seperti apa, suvenir-suvenir yang disiapkan guna memenuni kebutuhan tamu.

“Hari ini kita resmikan cottage di sini. Bukan berarti setiap tahun kita bangun cottage. Tidak. Ini yang menjadi model. Yang dibangun adalah sebuah ekosistem pariwisata. Sudah ada cottage, sudah ada suvenir, tenunan, sudah ada pertunjukan budaya, sudah ada  jual makanan, cabe, telur dan sebagainya. Ini yang mau dibangun,” kata Gubernur VBL.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Gubernur VBL mengatakan, jika semua mata rantai ini didesain dengan baik maka dia akan  menjadi sebuah rantai nilai yang  punya kekuatan ekonomi.

“Masih banyak pekerjaan di sini. Karena itu tidak mungkin ini milik pemprov. Pemerintah itu tidak pernah  punya milik. Milik pemerintah itu rakyat. Jadi apa pun yang dikerjakan itu punya rakyat. Kebanggaan pemerintah adalah rakyatnya mandiri,” tandas Gubernur VBL.

Gubernur VBL mengharapkan agar Wolwal menjadi tempat  orang belajar tentang CBT.  “Suatu saat kalau orang belajar tentang CBT (Community Based Tourism) orang bisa datang ke Alor. Belajar tentang membangun pariwisata berbasis masyarakat, berbasis komunitas,” kata Gubernur.

Di NTT, jelas Gubernur VBL, baru ada dua titik CBT, yakni di Waturaka (Ende) dan Waerebo (Manggarai). “Di dua titik ini komunitasnya sudah kuat, intervensi pemerintah belum ada. Terbalik dengan di Alor sini. Komunitas belum terbentuk tetapi intervensi pemerintah sudah ada,” kata Gubernur VBL.

Bupati Alor, Amon Djobo, dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang membangun cottage di Alor. “Untuk bangun cottage ini kami dapat dana bantuan Pemprov NTT Rp 1,3 miliar. Terima kasih Pak Gub sudah membangun  cottage ini,” kata Bupati Amon.

Pos terkait