“Kita kekurangan sekitar 874 guru SD dari kebutuhan 2.000 guru. Untuk tingkat SMP, masih ada kekurangan sekitar 335 guru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya angka putus sekolah.
“Data menunjukkan rata-rata lama sekolah anak-anak kita baru 8,5 tahun. Banyak yang putus sekolah karena faktor ekonomi dan rendahnya kemampuan dasar, seperti membaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbatasan fasilitas sekolah juga menjadi hambatan serius dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten TTU berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perencanaan anggaran dan program-program strategis.
“Pemerintah daerah sangat konsen dan siap mensupport berbagai persoalan pendidikan. Harapan kami, dunia pendidikan dapat melahirkan generasi yang inovatif dan berdaya saing,” tutur Bupati.
Ia juga menyebut bahwa TTU kini memiliki nilai lebih karena telah tersedia empat perguruan tinggi yang dapat menjadi pendorong kemajuan SDM di wilayah perbatasan.
Acara kuliah umum ini menjadi tonggak sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam memajukan sektor pendidikan di Kabupaten TTU.(Siu)







