KEFAMENANU KABARNTT.ID — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara ( Pemkab TTU) merancang pinjaman daerah senilai Rp 80 miliar yang akan dialokasikan bagi sejumlah proyek strategis pada tahun anggaran 2026–2027 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan menggenjot sektor pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, dalam rapat kerja bersama pimpinan dan anggota DPRD TTU, Selasa (10/2/2026).
Dalam pemaparannya, Bupati yang akrab disapa Falent Kebo itu menegaskan bahwa pinjaman daerah bukan sekadar menutup kekurangan anggaran, melainkan strategi akselerasi pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD dan pelayanan publik.
“Kita akan fokus pada kegiatan yang memberi dampak langsung bagi PAD dan pelayanan publik. Jalan dalam kota, pengembangan wisata, hingga sarana olahraga menjadi prioritas,” tegasnya.
Nilai Pinjaman Masih Bisa Berubah
Meski dirancang sebesar Rp80 miliar, Bupati menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Jumlah ini masih bisa mengerucut. Kita akan hitung secara detail setiap kegiatan. Yang pasti, tidak akan melampaui batas maksimal Rp120 miliar yang sempat direncanakan pada 2025 lalu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengajuan pinjaman tetap mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah serta ketentuan peraturan perundang-undangan agar tidak membebani APBD di tahun-tahun mendatang.
Lima Proyek Jadi Prioritas
Berdasarkan simulasi dalam rapat kerja, dana pinjaman direncanakan untuk membiayai lima proyek strategis, yakni:
- Pembangunan/Peningkatan Jalan Dalam Kota Rp 53 miliar.
- Pembangunan Wahana Wisata Waterboom Rp 15 miliar.
- Pembangunan Tribun Lapangan Olahraga Rp 5 miliar.
- Pembangunan/Peningkatan Jalan Kabupaten di Luar Kota Rp 5 miliar.
- Rehabilitasi Rumah Jabatan Pimpinan DPRD Rp 2 miliar.
Total kebutuhan anggaran dari lima proyek tersebut mencapai Rp 80 miliar.







