Eusabius mengajak kepada seluruh FKUB, mendoakan para penyelenggara pemilu mulai dari tingkat pusat, hingga daerah termasuk di Kabupaten TTU, agar mereka dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baik.
Ia juga mengajak mendoakan para peserta pemilu tahun 2024, agar dengan hati yang lapang, serta pikiran yang jernih dapat menerima hasil pemilu sebagai pilihan rakyat.
“Vox Populi, Vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan. Maka saya mengajak kita sekalian untuk mengawal seluruh proses Pemilu ini, dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Lanjut Eusabius mengungkapkan, penyelenggara pemilu melaksanakan tugasnya secara profesional, peserta pemilu melaksanakan hak dan kewajibannya secara bermartabat dan masyarakat Indonesia menggunakan hak pilihnya sesuai hati nuraninya.
“Perbedaan pilihan merupakan sebuah keniscayaan, maka setiap warga negara harus menghormati perbedaan tersebut,” tukas pasangan Bupati Drs. Juandi David ini.
Mantan Dirjen Bimas Katolik RI ini menenakan, jika ditemukan hal-hal yang melanggar asas demokrasi sebagaimana yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan agar disampaikan melalui mekanisme yang ada, agar suasana tetap kondusif, baik sebelum, waktu pelaksanaan hingga setelah pelaksanaan Pemilu.
“Mari kita jaga dan sukseskan pesta Demokrasi bangsa ini, demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa yang kita cintai ini bersama,” tutupnya. (Siu)







