Menurut VBL, masyarakat harus mengubah pola pikir mental block yang menghambat kita untung berkembang.
Gubernur mengharapkan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mampu menyediakan mesin penanaman terkini sehingga petani dapat beralih dari cara penanaman manual.
Gubernur mengapresiasi kebijakan penanaman pohon yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
“Tanamlah pohon yang bernilai ekonomis yaitu kelor. Kelor telah dikembangkan menjadi berbagai produk konsumsi yang berbeda maupun dijual mentah. Tanaman ini tahan cocok dengan iklim di NTT dan mampu bertahan hingga enam puluh (60) tahun. Sepuluh pohon kelor mampu menunjang pendidikan anak usia sekolah. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi berupaya meningkatkan sektor pertanian khususnya budidaya kelor,” ungkap Gubernur Viktor.
Diakhir sambutannya Gubernur mengharapkan dukungan Gereja dan Pemerintah Daerah untuk berkolaborasi membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih baik.
Sementara Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bulu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran gubernur bersama rombongan.
“Terima ksih atas kerja sama kita semua sehingga kegiatan hari ini boleh terlaksana dengan baik. Kita harus berbangga bahwa peletakan batu pertama suatu pastori ini dilakukan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur. Untuk itu kami atas nama masyarakat Rote Tengah khususnya Jemaat GMIT Suebela Barat Mata Jemaat Victory Puamata mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur dan rombongan serta mengungkapkan selamat atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini,” kata Bupati Haning. (biro ap setda ntt)







