Enam misi itu di antaranya, upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan warga Kota Kupang, peningkatan perekonomian, akses pelayanan perizinan dan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta upaya meningkatkan toleransi dan kerukunan suku, agama, ras dan antargolongan.
Jefri mengakui capaian pembangunan ini dapat terwujud karena adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat. ”Tanpa sinergitas yang solid antara pemerintah, DPRD dan lembaga-lembaga serta mitra Pemerintah Kota Kupang lainnya tentu perwujudan visi dan misi pembangunan mustahil dapat terealisasi,” tambahnya.
Covid 19 Belum Usai
Jefri juga mengingatkan warga Kota Kupang bahwa pandemi Covid-19 belum usai. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Kupang per 25 April 2021 total kasus telah mencapai 6.559 orang, 172 orang di antaranya meninggal dan 635 orang lainnya masih dirawat baik di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri.
Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man, menambahkan hingga saat ini pemerintah terus melakukan koordinasi terkait penanganan Covid-19 di Kota Kupang.
Pemerintah Kota Kupang juga tanggap dengan melihat trend perkembangan kasus Covid-19 di Kota Kupang. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi NTT yang ikut mendukung penanganan Covid-19 di Kota Kupang.
Tahun 2020 sendiri, jelas Herman Man, Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan anggaran bersumber dari APBD untuk penanganan Covid-19 di Kota Kupang senilai Rp 50 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp 46 miliar lebih atau 91,06 persen.







