“Kita juga akan mempersiapkan atlet-atlet kita sehingga bisa memberikan prestasi yang optimal serta memperbaiki posisi kita di klasmen perolehan medali serta mempersiapkan mereka untuk bertanding secara sportif,” lanjut Nae Soi.
Nae Soi menjelaskan, sesuai kesepakatan dan komunikasi yang sudah dibangun dengan NTB, pembukaan PON akan dilaksanakan di NTT.
“Venue-venue yang sudah ada sekarang akan kita perbaiki dan tingkatkan dengan anggaran dari APBD dan APBN. Juga kita akan mencari sponsor dari pihak ketiga. Kegiatan persiapan ini sudah mulai dilakukan tahun depan. Mulai tahun depan kita akan menyelenggarakan pertandingan-pertandingan olahraga bertaraf nasional dan internasional sebagai bagian dari persiapan kita menuju tahun 2028. Kita juga akan membangun stadion besar untuk acara pembukaan nanti,” jelas JNS.
Terkait dukungan dari DPRD, Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna, menjelaskan DPRD NTT mendukung penetapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON 2028.
“Khusus NTT sebagai tuan rumah, kita sudah mulai memikirkan untuk menganggarkan dana cadangan di APBD mulai tahun 2023 untuk mencapai angka yang cukup bagi persiapan NTT sebagai tuan rumah,” jelas Inche Sayuna.
Seperti diketahui, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dari KONI Pusat telah melakukan pengecekan dan verifikasi kesiapan NTT pada tanggal 23 sampai dengan 28 Agustus 2022. TPP didampingi pengurus KONI NTT telah mengunjungi beberapa kabupaten/kota di NTT untuk melihat venue-venue yang ada. (biro ap setda ntt/aven)







