KEFAMENANU kabarntt.id —Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU) menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar bakti kesehatan kegiatan donor darah dalam rangka hari Bhayangkara ke- 77, tepatnya 1 Juli 2023 mendatang.
Donor darah tersebut berlangsung di Aula Serbaguna, Polres TTU, Selasa (8/6/2023), diikuti oleh personil di Polres TTU, Ibu-ibu Bayangkari serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 1618/TTU, Kompi Senapan C Yonif Raider Khusus 744/SYB dan Satgas Yonkav 10/Mendagiri.
Kapolres TTU, AKBP Moh. Mukhson, SH., S.I.K. MH, mengatakan, donor darah tersebut dalam rangka Hari Bhayangkara ke- 77 dengan melibatkan sejumlah komponen.
“Kami mengundang seluruh komponen khususnya rekan kami dari TNI, dari Pemda, Kejaksaan dan Pengadilan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah,” kata Mukhson.
Mukhson berharap kegiatan donor darah kali ini bisa memberikan manfaat bagi sesama yang membutuhkan darah khususnya di Kabupaten TTU.
Mukhson berharap donor darah kali ini dimaksimalkan agar mendapatkan darah sebanyak-banyaknya, sehingga dapat mencukupi kebutuhan darah Kabupaten TTU.
“Semoga kegiatan donor darah hari ini mendapatkan darah sebanyak-banyaknya sehingga bisa membantu PMI untuk mencukupi kebutuhan darah di wilayah Kabupaten TTU,” tuturnya.
Sementara Sekretaris PMI Kabupaten TTU, Mikhael Henuk, mengapresiasi langkah Polres TTU dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Selama ini yang menyumbang darah paling banyak itu dari Polres dan TNI. Mereka yang menolong kami,” tuturnya.
Lebih lanjut Mikhael mengungkapkan bahwa kekurangan stok darah di PMI dikarenakan dana kosong.
“Ini ada kendala. Setiap tahun kami dapat hibah dana dari Pemda Rp 150 juta untuk 12 kegiatan donor darah dan jenis kegiatan lain dari PMI tapi tahun ini tidak ada dana, dana nol,” kata Mikhael.
Menurut Mikhael, ini masalah serius karena darah sangat dibutuhkan. “Ini masalah besar karena di rumah sakit sangat membutuhkan darah. Dalam satu tahun membutuhkan seribu lebih kantong darah,” jelasnya.
Mikhael berharap kepada pihak rumah sakit untuk membantu dan kepada pemerintah daerah agar tahun depan bisa cairkan dana untuk PMI sehingga kegiatan-kegiatan bisa dilaksanakan. (siu)







