“Seharusnya tugas ngais-ngais itu dilakukan di TPA oleh keluarga yang berada di sana, bukan ngais ditengah jalan. Nanti kita ubah karena saya pengalaman tangani kerja yang seperti begini,” katanya.
Menurut Jonas, kelak para petugas kebersihan akan diberikan beras 10 kg dan uang insentif Rp 500.000 sehingga mereka tidak ngais-ngais lagi.
“Insentif bagi petugas kebersihan dulu itu ada dan sekarang sudah tidak ada lagi. Nanti kita akan lebih perhatikan supaya tidak ada masalah lagi di TPA yang mengganggu masyarakat. Kita mengapresiasi kinerja mereka dengan bantuan di luar gaji, sehingga mereka tetap bekerja sesuai dengan jadwal dan aturan main,” serunya.
Jonas juga mengingatkan warga agar tidak lagi diperdaya dengan janji-janji manis yang membuat menderita 5 tahun. Kita harus lebih cerdas dalam memilih pemimpin, harus melihat kinerja dan komitmen dari setiap calon. Jangan sampai omong-omong saja. Kita jangan salah pilih lagi e…,” kata Jonas
mengingatkan warga Alak.(np)







