Namun demikian, Bupati Yosep mengingatkan agar penunjukan pengurus koperasi, khususnya ketua, tidak dilakukan asal-asalan. Ia menegaskan jabatan strategis tersebut tidak boleh diberikan karena faktor balas budi atau kepentingan tertentu.
“Kalau ketua hanya dipilih karena balas budi, pada akhirnya justru menghambat kemajuan koperasi,” tandasnya.
Terkait kesiapan lahan, Pemda TTU telah memetakan desa-desa prioritas. Desa yang memiliki lahan minimal 800 hingga 1.000 meter persegi akan langsung dieksekusi, sementara desa yang belum siap diberi waktu untuk menyiapkan lahan.
“Bahkan lahan milik pemerintah daerah juga kita siapkan. TTU termasuk kabupaten yang paling progresif karena 100 persen mendukung program KDMP,” pungkasnya. (Siu)







