“Berbicara penting, ini sangat penting karena pada saat terjadi kecelakaan kerja atau pun meninggal dunia, ada wujud kehadiran negara di tengah-tengah tenaga kerja untuk melindungi tenaga kerja kita pada saat kerja,” ucap Wawan.
Lanjut Wawan, ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pastinya untuk menekan angka kemiskinan pada saat terjadi risiko kecelakaan karena keluarga yang ditinggalkan itu roda perekonomian terhenti.
Wawan menambahkan, setidaknya pada saat mendapatkan santunan, ada modal untuk melanjutkan kehidupannya.
“Hingga saat ini, peserta bukan penerima upah atau yang peserta mandiri ada sekitar 16 ribuan. Santunan yang sudah kita bayar di periode Januari sampai di bulan Juni Rp 4,1 miliar. Sedangkan iuran yang masuk sekitar Rp 2,9 M. Jadi lebih banyak pengeluaran dibanding pemasukan,” ungkap Wawan.
Wawan berharap agar masyarakat TTU pada umumnya mengetahui pentingnya program tersebut.
“Kepada masyarakat di TTU agar sadar akan pentingnya program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan karena ini merupakan bekal ke depan jika terjadi risiko pada diri kita,” harap Wawan.
Bupati TTU, Drs. David Juandi, mengatakan, kegiatan tersebut sangat membantu untuk menyadarkan masyarakat terkait program BPJS Ketenagakerjaan.
“Kegiatan ini sangat membantu untuk menyadarkan masyarakat agar masuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” kata David.
Kepada masyarakat TTU seluruhnya, Bupati David berharap agar mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Pemerintah daerah berharap agar masyarakat TTU pada umumnya yang belum menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan untuk mendaftarkan diri,” harap David.







