“PPK pada tingkat kecamatan harus bersiakap netral dan tidak memihak kepada golongan tertentu. Tidak terlibat praktis seperti mengajak masyarakat untuk memilih pasangan tertentu, atau memfasilitasi pasangan tertentu untuk memuluskan pelaksanaan kampanye. Tidak boleh tergiur dengan iming-iming dari oknum yang ingin menghancurkan pesta demokrasi”, tegas Petrus.
Ia mengajak 120 PKK terlantik untuk tingkatkan kerjasama tanpa mengabaikan peraturan yang berlaku lewat koordinasi dan komunikasi dengan sesema PPK, pengawas, pemerintah dan masyarakat demi menunjang tugas dan kewajiban kita (penyelenggara) untuk menyukseskan Pilkada serentak pada wilayah kerja masing-masing.
Tunjukan kepada semua pihak termasuk Tuhan, bahwa PPK terlantik merupakan pribadi yang profesional dan berintegritas serta menjadi contoh yang baik dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Sehingga Pilkada boleh terlaksana secara sukses dan demokratis,” tutupnya. (Siu)







