Kisah Sukses Dari Noebaun, Terima Kasih Bank NTT

Bank ntt Desa Binaan TTU
Juri Stenly Boymau bersama Pj Kepala Desa Noebaun, Apriana Ninu, Yosef Juan Heli selaku ketua kelompok tani dan warga setempat, berpose di kebun petani. Foto: Tim Bank NTT

Dalam sebuah diskusi di tengah kebun itulah, Yosef membeberkan buah dari hasil kerja kerasnya itu.

“Kami baru saja panen semangka pada bulan Oktober. Saat itu kami undang Pak Wakil Bupati TTU. Semangka kalau sekali panen kami dapat sekitar Rp 30 juta. Belum lagi sayur yang juga keuntungannya sangat bagus,” tegas Yosef.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurutnya, sebagai petani dia harus bisa membaca peluang di pasar. Ketika petani lain ramai-ramai menanam satu jenis sayur, dia tidak akan menaman jenis yang sama. Dia baru akan menanamnya ketika mereka hampir panen. Dengan begitu ketika stok di pasar habis, Yosef akan melempar sayur olahannya di pasar. Begitu pula dengan cabe.

“Itu yang saya bilang bahwa petani harus bisa membaca peluang pasar. Dari sinilah dia akan untung,” tegasnya ringan.

Yosef sudah mencobanya dan berhasil.

Sementara Stenly Boymau, yang tahun ini adalah tahun kedua dilibatkan menjadi juri dengan sejumlah profesor itu memberi apresiasi atas kerja keras dan cerdas dari kelompok usaha ini. Karena mereka berani memulai sesuatu hal yang baru, yakni menanam dengan hitungan pasar yang cerdas. Apalagi, mereka menanam tanaman yang agak unik, sehingga mempunyai nilai jual.

“Semuanya menggunakan pupuk organic. Ini sesuatu yang baik. Masyarakat sudah harus bisa memproteksi diri terhadap sayuran dengan pupuk kimia karena sangat tidak aman. Nah di sini Pak Yosef dan kelompok tani ini memulai sebuah pola yang baru, ”tegas Stenly.

Stenly mendorong warga setempat untuk jangan berhenti berkreasi, karena lahan mereka masih luas. Apalagi  Noebaun dikenal sebagai wilayah yang subur.

Pos terkait