Lapangan Terbang Sasi Ditinjau Bupati, TTU Siap Miliki Bandara Perintis

IMG 20260105 WA0015

Menurut Bupati Falen, keterbatasan akses transportasi udara menjadi salah satu alasan utama pengembangan bandara perintis ini. Saat ini, bandara di Kabupaten Belu hanya melayani penerbangan sekitar tiga kali dalam sepekan.

“Kalau bandara perintis di TTU berjalan, kita berharap penerbangan bisa dilakukan setiap hari. Ini tentu memberi alternatif dan kemudahan bagi masyarakat,” katanya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan bandara perintis sangat strategis bagi TTU sebagai daerah perbatasan dengan Negara Timor Leste. Ke depan, kebutuhan mobilitas orang dan barang diperkirakan akan terus meningkat.

“Kebutuhan penerbangan dari Kefamenanu ke Kupang pasti meningkat. Selain itu, di TTU juga ada beberapa isu nasional yang sudah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional, seperti sektor garam dan lainnya,” ungkapnya.

Bupati Falen juga menyebutkan potensi sumber daya alam TTU yang besar, antara lain tambang mangan yang direncanakan kembali diaktifkan serta potensi tambang emas di wilayah Miomaffo yang masih dalam proses perizinan.

“Dengan berbagai potensi ini, TTU akan berkembang menjadi sentra ekonomi baru. Karena itu, akses transportasi udara yang cepat dan efisien sangat dibutuhkan. Tahap awal akan dimulai dengan pembersihan lahan, pembangunan pagar, serta landasan pacu pendek sepanjang 700 hingga 800 meter. Target kita, pendaratan perdana bisa dilakukan pada Maret 2026,” tandasnya. (Siu)

Pos terkait