Kedepannya Tomi berjanji akan terus giat melaksanakan program kegiatan yang benar-benar memperhatikan kebutuhan kaum rentan itu baik kaum perempuan,disabilitas serta anak-anak.
“Orientasi pembangunan kita mau seperti apapun harus berinklusi, memperhatikan kelompok disabilitas, perempuan dan anak yang merupakan kelompok rentan,” ujarnya.
Terpisah, Marselinus Manek selaku koordinator program P3PD kabupaten TTU saat dihubungi media ini menyampaikan proficiat atas raihan prestasi yang diitorehkan oleh kades Tapenpah.
Penghargaan yang diterima oleh Kades Tapenpah dalam ajang UNESA Village Award merupakan bukti keseriusan dalam menjalankan prinsip-prinsip inklusif pada Program Pembangunan di desa.
“Investasi pembangunan SDM yang telah dilakukan dan peningkatan kapasitas warga rentan dan marginal merupakan bentuk keseriusan pemdes Tapenpah untuk membangun desa dengan perspektif yang lebih dinamis sesuai dengan agenda pembangunan global,” tuturnya.
Marselinus menambahkan,program pembangunan desa yang menerapkan nilai-nilai inklusif dan akuntabilitas sosial adalah jalan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dirumuskan dalam SDGs desa.
Untuk itu ia berharap setelah program P3PD berakhir para kades tetap semangat dan praktek – praktek baik yang telah dilaksanakan selama ini.
“Sebagai koordinator P3PD kabupaten TTU saya tahu persis bahwa telah ada banyak terobosan dan inovasi yang sudah dan sementara dijalankan oleh kades Tapenpah bersama aparat dan seluruh masyarakat,” tutupnya. (siu)







