Nani melukiskan Sulastri sebagai pemimpin yang humanis dan biacara apa adanya. “Bicara apa adanya dan terbuka serta respon terhadap apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Itu ciri khas beliau yang saya lihat,” kata Nani.
Terkait kunjungan Sulastri di tiga titik destinasi religius, Nani memberi apresiasi tinggi. “Sesaat saja, dalam hitungan jam beliau harus pamit dari Flotim untuk penerbangan kembali ke Kupang pada Minggu 16 Februari
beliau ingin memastikan untuk mengunjungi 3 destinasi religius yang menjadi prioritas perhatian beliau. Ini wujud komitmen beliau mendukung pengembangan wisata religius Samana Santa di Flotim,” kata Nani.
Nani menyebut salah satu titik yang dikunjungi Sulastri adalah Pulau Waibalun. “Di Pulau Waibalun yang sudah sekian lama terjadi kerusakan di struktur bangunan dan fasilitas, beliau tepat menjawabi kebutuhan yang anmenjadi harapan sesungguhnya dari masyarakat Flotim, khususnya umat Paroki Waibalun. Sebagai anggota DPRD Flotim, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Sulastri,” kata Nani.
Nani berharap, dalam posisi sebagai Kepala Dinas Perikanan NTT, Sulastri tidak lupa Flores Timur.
“Saya berharap jabatan lanjutan sebagai Kadis Dinas Perikanan Provinsi NTT, Flotim tetap menjadi bagian dari tanggung jawab Ibu Sulastri untuk lanjut menata dan membangun dalam kebijakan program dan anggaran khusus di bidang perikanan,” harap Nani. (den)







