TAMBOLAKA kabarntt.id—Musim tanam tinggal menghitung hari. Memastkan berapa luas lahan milik petani yang sudah digarap untuk menanam jagung, Kepala Desa Waimakaha, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Oktavianus Holo, membentuk tim untuk turun ke lapangan mengecek lahan setiap petani.
“Tim ini akan mengukur berapa luas lahan petani yang sudah disiapkan untuk tanam jagung pada musim tanam pertama ini. Saya tidak mau hanya omong saja, petani di sini sudah siapkan lahan ratusan hektar untuk tanam jagung pada musim tanam pertama ini. Tetapi tidak memiliki data pasti para petani yang sudah siapkan lahan itu. Untuk itu, saya minta bantuan petugas Dinas Pertanian SBD untuk turun bersama-sama dengan tim desa melakukan pengukuran seluruh lahan masyarakat. Setiap petani, kita akan minta tunjukkan lahannya dan tim lakukan pengukuran. Jangan sampai hanya bicara saja ratusan hektar lahan warga sudah siap tetapi lahan itu entah ada atau tidak ada,” beber Oktavianus Holo, saat acara peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi warga Desa Waimakaha, SBD, Sabtu (30/10/2021).
Menurut Holo, saat ini penyelenggaraan pemerintahan harus transparan dan akuntabel. Karenanya data adalah sesuatu yang mutlak.
“Berbicara tanpa data sama halnya membicarakan sesuatu hanya dalam khayalan saja. Sebab dengan memiliki kepastian data desa maka perencanaan program desa tepat sasaran juga,” tandas Holo.
Itu sebabnya, kata Holo, pada masa pemerintahannya dia fokus pada data sebagai dasar pengambilan sebuah keputusan kegiatan program kerja agar tepat sasaran kepada masyarakkat yang benar-benar membutuhkannya.
Holo menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi kinerja Pemerintahan Desa Waimakaha, terutama berkaitan dengan data desa, belum ada. Padahal data desa adalah hal sangat urgen guna menentukam arah kebijakan pembangunan desa ke depan. (ota)







