Pemerintah TTU Ambil Alih Penyelesaian Pembangunan Gereja yang Lama Terhenti

IMG 20251125 WA0004

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengambil alih penyelesaian sejumlah pembangunan gereja yang telah lama terhenti. Mulai tahun anggaran 2026, pemerintah daerah menyiapkan anggaran besar untuk menuntaskan rumah-rumah ibadah yang mangkrak hingga puluhan tahun.

Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar umat. Pernyataan itu disampaikan seusai menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan gereja di Aula Kantor Bupati TTU, Senin (24/11/2025).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurut Bupati, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 4 miliar, yang menjadi alokasi terbesar pertama untuk penyelesaian pembangunan gereja di daerah itu. Bantuan tersebut mencakup penyelesaian bangunan fisik hingga pengadaan fasilitas penunjang, seperti kursi jemaat, perangkat audio, dan perlengkapan liturgi.

“Kita tuntaskan sampai terima kunci, sehingga umat tidak lagi dibebankan,” ujarnya.

Program ini terutama menyasar gereja-gereja yang pembangunannya terhenti lebih dari tujuh tahun. Beberapa di antaranya bahkan tidak menunjukkan kemajuan selama lebih dari dua dekade. Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan pendataan akhir terhadap gereja-gereja yang memenuhi kriteria bantuan.

Salah satu yang diusulkan adalah gereja di Desa Bitefa yang tercatat telah terhenti pembangunannya selama 23 tahun. Selain itu, Gereja St. Fransiskus di Wini juga masuk dalam daftar dengan masa jeda pembangunan mencapai 10 tahun.

Pos terkait