Lebih lanjut disampaikannya bahwa melalui kerja sama program Water For Women (WFW) tidak hanya menjangkau lebih dari 550.000 penerima manfaat, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya pendekatan kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam perencanaan sanitasi dan penyediaan air minum.
“Kami berharap melalui kerja sama ini Perumda Air Minum Kota Kupang dapat memiliki perencanaan ketahanan pasokan air, baik melalui design enginering maupun perencanaan berbasis risiko sehingga mampu menyediakan layanan air minum yang aman tersedia dan berkualitas,” jelasnya.
Semuel Niap selaku pimpinan Yayasan Plan Internasional Indonesia Area Program Manager dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Kota Kupang karena dokumen RPAM menjadi dokumen pertama yang dilaksanakan di Provinsi NTT.
“Dokumen ini penting bagaimana bisa menjamin kualitas air minum untuk dimanfaatkan bagi masyarakat Kota Kupang,” ungkap Semuel.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari project Water For Women (WFW) yang mulai dijalankan di Kota Kupang sejak awal tahun 2023.
Semuel menambahkan, masih terdapat beberapa catatan terkait dokumen RPAM yang didiseminasikan dari 28 sumber air di Kota Kupang, khususnya di Kali Dendeng yang mencakup 3 kelurahan.
“Mata air lainnya masih dilakukan pengkajian oleh Perumda Air Minum Kota Kupang dan Yayasan PLAN,” ujarnya.
Sementara itu hasil tes kualitas air di Kota Kupang terhadap 3 kelurahan yang menjadi sampel, menunjukkan kontaminasi bakteri e-coli yang tinggi dan tentunya berpengaruh pada kesehatan masyarakat.







