Menanggapi permintaan tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh menjelaskan, terkait pembangunan ekonomi masyarakat akan sangat tergantung pada rencana aksi setiap kelurahan yang sudah disampaikannya beberapa waktu lalu, dalam pertemuan bersama dengan para camat dan lurah.
Dalam perencanaan tersebut, kata George, diharapkan setiap kelurahan harus memiliki event yang menampilkan kesenian dan budaya setempat, sehingga menjadi stimulan pergerakan ekonomi masyarakat. Sektor kuliner adalah salah satu sektor ekonomi riil dari sektor ekonomi lainnya yang pasti mendapat dampak langsung dari kalender event tersebut.
George menambahkan, perlu ada komunikasi aktif para pihak yang terkait untuk mendorong kerja-kerja kolaborasi demi terciptanya harapan masyarakat tersebut.
George atas nama pemerintah menyatakan selalu mendukung terciptanya kegiatan ekonomi warga, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan membuka ruang-ruang usaha baru bagi masyarakat seperti ternak ayam petelur, hasil pertanian hortikultura yang memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemkot juga akan mengembangkan kebun sorgum yang rencananya akan ditanam secara masif di lahan tidak produktif milik masyarakat dan akan memproduksi bubuk daun kelor sebagai usaha tambahan.
Dalam dialog dengan warga, George juga berkesempatan mendengar sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh para perwakilan masyarakat dan anggota DPRD Kota Kupang seperti perbaikan jalan lingkungan, lampu jalan serta komunikasi dengan pihak PT. Semen Kupang agar mendapatkan solusi kaitannya dengan polusi udara yang disebabkan kegiatan perusahaan tersebut dan beberapa isu yang berhubungan dengan perikanan laut dan nelayan tangkap.







