KABARNTT.ID—Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena, menegaskan perubahan APBD bukan sekadar penyesuaian angka anggaran, tetapi juga agar anggaran benar-benar hidup, bergerak dan menjawabi kebutuhan rakyat di tengah dinamika yang berubah.
Gubernur Melki mengatakan itu di hadapan anggota DPRD NTT pada sidang paripurna DPRD NTT, Senin (25/8/2025). Pada sidang itu gubernur menyampaikan pengantar Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, sekaligus menyerahkan dokumen resmi kepada pimpinan Dewan untuk dibahas lebih lanjut.
“Perubahan APBD ini bukan sekadar penyesuaian angka, melainkan ikhtiar kita bersama agar anggaran benar-benar hidup, bergerak, dan menjawab kebutuhan rakyat di tengah dinamika yang berubah. APBD harus menjadi alat perjuangan rakyat, bukan sekadar formalitas,” tegas Gubernur Melki.
Gubernur Melki mengawali penyampaian nota keuangan dengan memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTT yang telah berpartisipasi dalam peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu kegiatan yang mendapat sorotan positif adalah pameran pembangunan yang meneguhkan spirit “Ayo Beli Produk NTT”.
Dia juga menyampaikan penghargaan kepada DPRD NTT yang telah bekerja sama menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2025 pada 15 Agustus 2025. Kesepakatan itu menjadi landasan dalam penyusunan perubahan APBD.
“Sinergi antara pemerintah dan DPRD adalah kunci. Dengan fondasi yang kuat, kita mampu menyusun APBD yang adaptif, realistis, dan berpihak pada rakyat,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu.







