“Ini sebuah karya yang sangat luar biasa. Para pelakon mampu membawa umat masuk dalam suasana mendalam, seolah-olah kita semua turut mengalami langsung kisah sengsara Yesus Kristus,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilestarikan sebagai bagian dari pembinaan iman, khususnya bagi generasi muda di paroki.
Sementara itu, Penasehat IMP2B, Yohanes Metan, menjelaskan bahwa prosesi tablo ini merupakan inisiatif bersama seluruh anggota sebagai bentuk pelayanan iman kepada umat.
“Kami ingin umat, terutama kaum muda, tidak hanya menyaksikan, tetapi sungguh menghayati penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa mereka memiliki peran penting dalam kehidupan menggereja.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini, kaum muda semakin percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juru Selamat dan menjadi dasar dalam setiap langkah hidup mereka,” tambahnya.
Prosesi tablo ini menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian perayaan Pekan Suci di Paroki Maria Ratu Oeolo. Antusiasme ribuan umat menunjukkan kerinduan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Hingga prosesi berakhir di Puncak Golgota, suasana tetap dipenuhi keheningan dan doa. Umat meninggalkan lokasi dengan wajah menyiratkan kesedihan, namun juga harapan dan penguatan iman.







