Satu Lagi Pasien Covid-19 di Sumba Timur Meninggal Dunia

sumtim pasien covid19 meniggal dunia

“Tapi yang menjadi masalah itu, kemarin pada saat dinyatakan positif, saya perintahkan Pak Jonker menghubungi masing-masing dan saya perintahkan untuk mengecek kondisi 8 orang yang dinyatakan positif tersebut. Namun suaminya mengatakan bahwa mereka dalam kondisi yang aman dan sehat-sehat saja, dan tidak dilaporkan keadaan yang sebenarnya. Saya berulang kali pastikan dan dilaporkan mereka dalam keadaan yang sehat,” katanya.

Setelah itu dilaporkan sesak nafas dan gejala lainnya sehingga dilarikan ke IGD RSK Lindi Mara, namun tidak tertolong lagi. Tadi malam (Sabtu subuh, Red) jam 00.11 Wita meninggal di RSK Lindi Mara Waingapu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Dilarikan di IGD RSK Lindi Mara dengan gejala sesak yang terengah-engah, dan tidak tertolong lagi karena sudah sangat terlambat penanganannya. Setelah meninggal baru ada info jika empat hari sebelum meninggal, yang bersangkutan sudah sakit dengan gejala sesak dan batuk. Padahal sang suami melaporkan dalam kondisi yang baik dan sehat-sehat saja. Ya, memang kami kecolongan, kami tidak mempermasalahkan siapa-siapa dan juga faktor terlambatnya konfirmasi hasil dari Kupang juga saya pikir sangat berpengaruh,” tegasnya.

Setelah meninggal yang bersangkutan dimakamkan mengikuti  protap Covid-19 di TPU yang sudah disiapkan oleh petugas. Suami dan kedua anaknya diisolasi di RSUD Rara Meha Waingapu.

Dengan kasus ini, maka kasus meninggal dunia akibat Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sudah mencapai 3 kasus.

Untuk diketahui bahwa ke-8 kasus baru yang hasilnya terkonfirmasi tanggal 18 Desember yang diperiksa di Kupang semuanya merupakan pelaku perjalanan yakni 2 orang merupakan karyawan PT. MSM, 2 pelaku perjalanan dari Surabaya dan 4 lainnya adalah pelaku perjalanan dari Jakarta. (np)

Pos terkait