Selain meminta maaf, Benyamin juga mengaku menyesali tindakannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Setelah melalui dialog yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan tersebut secara damai. Kesepakatan itu ditandai dengan saling berjabat tangan dan berpelukan di hadapan para peserta mediasi.
Emirensiana mengapresiasi langkah damai yang ditempuh dan berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan informasi.
“Penyelesaian secara damai seperti ini penting untuk menjaga persaudaraan dan keharmonisan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Manusasi untuk tetap menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, dan bersama-sama mendukung pembangunan desa demi kepentingan bersama.
Penyelesaian kasus ini diharapkan menjadi contoh bahwa setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan semangat kekeluargaan tanpa harus menimbulkan perpecahan.







