Total muridnya 160 untuk kelas X, XI dan XII. Belum banyak. Tetapi untuk sekolah baru, jumlah ini sangat lumayan. “Kita tidak kejar jumlah murid. Kita kejar mutu lulusannya,” kata Pater Piet Salu.
Magister Manejemen Pendidikan jebolan De La Salle University Manila itu lalu berkisah banyak tentang SMA Katolik Arnoldus Jannsen. Sekolah ini berada di bawah Yayasan Pendidikan Katolik Aryos Nenuk. “Aryos” itu singkatan dari Arnoldus Janssen dan Yosef Freinademetz. Santo Arnoldus Janssen pendiri SVD. Sedangkan Santo Yosef Freinademetz misionaris sulung SVD di China tanpa pernah sekalipun pulang berlibur ke tanah airnya, Austria.

Pater Piet Salu punya segudang pengalaman bagaimana mengelola sekolah. Pastor asal Timor Tengah Utara ini sebelumnya memimpin SMPK, SPGK dan SMK Colegio Maliana, Timor Timur (ketika negara itu masih menjadi provinsi ke-27 Indonesia).
SMK Santo Yosef Nenuk, yang kondang dengan nama STM Nenuk, Atambua juga pernah dipimpin pastor sederhana dan low profile ini dua periode.
“Kita rencana tahun ajaran 2022/2023 sudah mulai dengan asrama. Anak-anak putri duluan, ada 42 anak siap masuk asrama,” tutur Pate Piet.
Apa yang unggul dari sekolah ini? “Pendidikan hati,” tegas Pater Piet.

Pater Piet dengan kesadaran penuh menggunakan istilah hati, bukan karakter. “Orang bilang pendidikan karakter, tetapi menurut saya kurang tepat. Kalau saya menyebutnya pendidikan hati. Hati itu sudah meliputi semua aspek dalam diri,” kata Pater Piet memberi alasan.







