Son Banik, Pionir Pembangunan dari Alor

son banik
Son Banik dan Selfina Malaikosa
son banik2
Berbagi cerita bersama Son Banik dan Selfina Malaikosa di rumah mereka, Maritaing, Alor, Sabtu (21/3/2026)

Son dan Selfi hidup sahaja di masa tua mereka. Di rumah tua  berlantai semen itu, pasangan ini hidup bersama satu anak laki-laki mereka dengan istri dan anak-anak.  Tiga anak Son sudah bekerja dan hidup mandiri di luar daerah.

Mulanya saya dan nyonya tahan-tahan diri, tidak mau menyita waktu mereka untuk ngobrol. Tak dinyana, ceritanya jadi lama dan seru.  Dari urusan   pekerjaan hingga keluarga. Dari pembangunan di desa hingga manusia terbang di Alor. Cerita ringan bisa bersambut dan bersambung karena Son dan Selfi adalah perintis pembangunan di desa. Pengalaman mereka kaya. Wawasan juga luas.

Son adalah pensiunan ASN.  Dia mulai meniti karier ASN sebagai penagih pajak tahun 1973. Dia punya kisah unik ketika menagih pajak di salah satu desa di pedalaman Timor Tengah Selatan (TTS). TTS ketika itu dipimpin Bupati Cornelis Tapatap.

“Tidak ada yang berani masuk desa itu, karena banyak orang jahat (teku). Saya tetap mau pergi ke desa itu.  Banyak yang nasehati agar tidak usah pergi. Polisi saja antar orang ke sana hanya sampai di gerbang desa, tidak berani masuk. Tetapi saya tetap pergi karena niat dan maksudnya baik,” kenang Son.

Demikianlah, anak Alor itu tembus masuk ke desa itu. “Waktu saya masuk, mereka keliling, kepung saya. Saya kasih tahu mereka saya ingin bicara dengan kepala desa. Kepada kepala desa saya minta semua warga berkumpul. Saya jelaskan mengapa mesti bayar pajak, maksud dan manfaat pajak itu apa dan bagaimana menjadi warga negara yang baik.  Saya tanya mereka, bisa mengerti penjelasan saya?  Mereka jawab, kalau jelaskan seperti ini kami mengerti. Jangan datang main paksa saja, mesti bayar pajak. Ini yang kami kurang terima,”  tutur Son.

Pos terkait